New here? Register. ×
×

Haji Uma Surati Nazir Wakaf Aceh di Arab Saudi Tolak Rencana Investasi Indonesia

no comments
  • Anggota DPD RI, H. Sudirman alias Haji Uma.
13Mar
= 53

RUBERNEWS.COM | H. Sudirman atau Haji Uma, anggota DPD RI asal Aceh mengirimkan surat kepada Nazhir Baitul Asyi di Arab Saudi terkait polemik rencana investasi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di tanah waqaf Aceh dari Habib Bugak di Mekkah, Arab Saudi. Surat bernomor 40/20.2/B-03/III/2018 dikirim Haji Uma pada hari Selasa, 13/03/2018.

Surat yang tertulis dalam bahasa inggris tersebut ditujukan kepada Sheikh Abdul Lathief Muhammad Baltouw, selaku Pimpinan Waqaf Aceh di Mekkah yang beralamat Elah Al Masyaer Hotel, 6571 Ajyad Street Mecca 24231, Saudi Arabia.

Dalam surat tersebut, senator yang duduk di Komite II DPD RI ini menyampaikan kepada Sheikh Abdul Lathief Muhammad Baltouw, bahwa rencana investasi BPKH telah menimbulkan reaksi sikap penolakan dari masyarakat Aceh, bahkan hingga saat ini terus menjadi polemik di tengah masyarakat.

Dalam menyikapi reaksi masyarakat Aceh saat ini terhadap persoalan dimaksud, Haji Uma menyampaikan apresiasi atas upaya terbaik yang telah dan sedang dilakukan oleh Sheikh Abdul Lathief Muhammad Baltouw dalam mengelola tanah waqaf Aceh di Mekkah.

Haji Uma juga mendukung sepenuhnya konsistensi pengelolaan wakaf oleh Nadhir Waqaf Al Asyi sebagaimana akad waqaf dari Bughak yang secara jelas memberikan manfaat kepada Jamaah Haji dan penziarah dari Aceh.

Selanjutnya Haji Uma meminta pertimbangan kepada Sheikh Abdul Lathief Muhammad Baltouw untuk menolak rencana dan tujuan investasi BPKH terhadap tanah waqaf Aceh di Mekkah.

Sementara itu, anggota komite II DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau akrab disapa Haji Uma mengungkapkan bahwa surat dirinya yang dikirim kepada Sheikh Abdul Lathief Muhammad Baltouw selaku pengelola tanah waqaf Aceh di Mekkah, Arab Saudi adalah salah satu upaya untuk mendorong penolakan rencana investasi BPKH terhadap tanah waqaf Aceh di Mekkah.

“Sejak awal saya, secara pribadi saya tidak sependapat dengan pengelolaan tanah wakaf Aceh di Arab oleh BPKH. Intinya kita menginginkan yang terbaik bagi pengelolaan tanah waqaf tersebut dan apa yang berlaku selama ini sudah sangat baik”, ujar Haji Uma.

WhatsApp Image 2018-03-13 at 17.50.03

Sharing is caring

[avatar size="150" /]