New here? Register. ×
×

Bupati Akmal: Jangan Kecewa Bila Saudara Tidak Dilantik

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in DAERAH
  • Bupati Akmal; Jangan Kecewa Bila Saudara Tidak Dilantik
13Mar
= 40

RUBERNEWS.COM | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim, SH mengatakan hari ini ada yang sedang bahagia mendapat jabatan ada juga yang kecewa tidak mendapat jabatan dan ada yang lebih kecewa kenapa bukan saya dilantik.

Apapun jabatan yang diberikan kepada kita itu pantas mendapatnya hal itu sesuai dengan pemantaskan diri dalam menjalankan sebuah jabatan.

Hal itu disampaikan Bupati Akmal Ibrahim, SH pada acara mutasi Eselon II dan III yang berlangsung di Aula Mesjid Komplek kantor Bupati, Selasa 13/03/2018.

Menurut Bupati Akmal, pelantikan ini bukan karena ada unsur lain, tapi semata-mata untuk mengevaluasi kinerja para pejabat dilingkup Pemerintahan Abdya.

“Mutasi adalah wewenang kami, sebagai pemimpin daerah untuk mengevaluasi kinerja para pejabat yang benar-benar serius dalam bekerja dan mementingkan masyarakat,” ujarnya.

Tambahnya, walaupun dalam pelantikan ini ada yang senang dan juga sedih, tetapi itulah perputaran yang kami lakukan agar tercapainya visi dan misi ,” Ucapnya.

Selain itu, Akmal Ibrahim menyebutkan, kadang-kadang ada kesempatan lewat didepan mata kita tapi kita berdiam diri ditempat yang pantas diambil orang, hidup adalah persaingan yang baik maka lakukanlah yang baik untuk kepentingan masyarakat.

Sebab, semua kita punya kelemahan apalagi kita manusia biasa yang tidak pernah sempurna,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Akmal juga menyampaikan berbeda dengan orang yang modusnya memberi. Setelah dilantik yang dipikirkan adalah manfaat apa yang dapat saya berikan kepada rakyat melalui jabatan ini. Apa masalah rakyat yang dapat saya selesaikan diwaktu yang singkat ini. Itu semua membuatnya bekerja keras siang dan malam tak kenal lelah, namun bahagia karena melihat orang lain atau rakyatnya bahagia.” Pungkasnya.

Kalau saudara tidak berusaha maka akan tersisih dan terbuang dari orang-orang, tapi bagaimana kita hidup dunia agar mampu kita pertanggungjawab di akhirat. Maka tanamkanlah untuk memantaskan diri dalam berbuat, seraya menambahkan tanda-tanda orang yang tidak bertangungjawab selalu menyalahkan orang lain dan itu “penyakit”, Demikian pungkasnya.

Sharing is caring

[avatar size="150" /]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *