New here? Register. ×
×

Tempel Ponsel Didinding, Masyarakat Kenawat Aceh Tengah Kesulitan Berkomunikasi

no comments
  • Tempel Ponsel Didinding, Masyarakat Kenawat Aceh Tengah Kesulitan Berkomunikasi
12Mar
= 28

RUBERNEWS.COM | Masyarakat Kampung Kenawat Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah dengan jumlah KK sebanyak 350 orang, hingga saat ini masih kesulitan berkomunikasi lewat telepon seluler (HP). Pasalnya, di Kampung tersebut belum didirikan Tower Telkomsel sehingga masyarakat menempelkan ponselnya di titik-titik dinding tertentu untuk mendapatkan sinyal.

Dari Kabupaten, dibutuhkan waktu sekitar 15 menit menggunakan sepeda motor menuju Desa tersebut, dari Kampung Kenawat ke Kabupaten berjarak 6 kilometer, untuk berkomunikasi masyarakat setempat harus rela keluar rumah hingga meletakkan telepon selulernya ke dinding rumah, terlebih jika ada panggilan mendesak.

Reje Kampung Kenawat Arami Kasih kepada RUBERNEWS.COM, mengaku sangat sulit memberikan informasi kepada kerabat, keluarga dan urusan pemerintahan

“Kalau malam hari ada yang meninggal dunia minsalnya, keluargakan harus menghubungi ahli waris yang jauh, itu harus nyari sinyal ditempat tertentu seperti diluar rumah, itupun kalau cuaca tidak hujan kalau hujan bagaimana”, ungkapnya, Senin 12/03/2018 di Kampung Kenawat.

Sebelumnya kata Arami, pada tahun 2014 yang lalu pihaknya telah menyerahkan photo copy KTP dan KK masyarakat berjumlah 400 lembar untuk syarat setelah diajukan permohonan pemasangan dan pendirian Tower kepada TTUC Banda Aceh dan Grafari Lhokseumawe.

“Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tidak masalah, kami penuhi persyaratannya, kami kumpulkan KTP dan KK dari empat Desa, Kenawat, Teluk One-one, Pedemun One-one dan Kampung persiapan, pada tahun 2015 juga pernah di Musrenbangkan di Kecamatan, katanya akan dibangun 2017, lalu Dinas Perhubungan minta surat tanah dan surat permohonan pendirian Tower, kami penuhi, namun belum ada realisasi sampai sekarang”, keluhnya.

Janji-janji yang belum terealisasi terus diterima Reje Kampung kenawat itu, hingga masuk awal tahun 2018 permasalahan Tower tersebut dimasukkan dalam Musrenbang Kabupaten dan mendapatkan jawaban akan dibangun pada awal 2019 jika tidak diawal maka dipertengahan 2019 dengan catatan pemerintah akan membangun satu unit Tower, sedangkan untuk Signal harus kerjasama dengan pihak Telkomsel.

“Tanah sudah kami siapkan, pihak Telkomsel juga sudah mensurvei namun kami terus menunggu apakah itu benar adanya, jangan-jangan cuma janji-janji palsu”, Cetus Reje Kampung Kenawat itu.

Posisi Desa Kenawat hingga saat ini belum menikmati sinyal dikarenakan terhalang oleh Gunung Taris (Bur Taris-Red Gayo), Gunung Renggali (Bur Renggali-Red Gayo) dan Gunung Birah Panyang (Bur Birah Panyang-Red Gayo) sehingga sinyal tidak masuk ke Desa itu.

“Nelpon harus di loudspeaker kalau tidak telinga harus menempel kedinding karena kalau dipindah-pindah tidak ada lagi sinyalnya, saya sering terlambat rapat karena lambat terima informasi, namun yang nelpon sudah paham kalau bunyi tidak diangkat berarti lagi tidak dirumah”, jelasnya.

Ia berharap kepada pihak Telkomsel dan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tengah untuk mendukung masyarakat mendapatkan sinyal telepon seluler sehingga masyarakat mendapatkan informasi secara cepat, kapan dan dimana saja.

“Manfaatnya cepat menyebarkan informasi seperti kebakaran, longsor dan bisa dibawa kekebun, besar sekali harapan kami tower dan sinyal telkomsel dapat kami rasakan”, tutup Arami Kasih.

Sharing is caring

[avatar size="150" /]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *