New here? Register. ×
×

Mengaku Seorang Demokrat, Jokowi: Saya Enggak Ada Potongan Otoriter

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in NASIONAL
  • IMG-20180310-WA0061-1024x782_1520733157798
11Mar
= 24
SENEBE ARABICA COFFEE The Best Coffee Aceh

SENEBE ARABICA COFFEE
The Best Coffee Aceh


RUBERNEWS.COM | Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku heran jika ada yang menyebut dirinya adalah pemimpin otoriter. Ia merasa dirinya merupakan seorang demokrat dan bukan otoriter.

“Saya heran saja, saya ini enggak ada potongan (otoriter) sama sekali. Penampilan saya juga tak sangar, saya selalu tersenyum. Saya bukan pemimpin otoriter karena saya seorang demokrat,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat 2018, di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu (10/3/2018).

Presiden mengingatkan bahwa ciri-ciri demokrat itu menghargai pendapat orang lain dan menghargai segala perbedaan. Ia merasa lebih memenuhi kriteria tersebut.

“Artinya saya dan Pak SBY beda-beda tipis. Kalau saya seorang demokrat, kalau Pak SBY tambah satu, Ketua Umum Partai Demokrat. Jadi bedanya tipis sekali,” ujar Presiden Jokowi yang disambut tepuk tangan ribuan kader Partai Demokrat yang memenuhi ruangan.

Sementara di lain sisi, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi sinyal tentang kemungkinan membangun koalisi dengan mendukung Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. Sinyal Demokrat ini terlihat saat SBY menyatakan Demokrat siap membangun koalisi yang penuh dengan kepercayaan dan kehati-hatian.

Menurut SBY, koalisi untuk mendukung capres dan cawapres harus dibangun dengan penuh kesolidan dan kuat untuk bisa memenangkan Pemilu dan menjalankan roda pemerintahan bila berhasil menang. Selain itu, kata SBY, hal yang sangat penting bagi partai-partai koalisi haruslah saling percaya.

SBY juga menyinggung mengenai takdir dan harapan agar Demokrat berjuang bersama Jokowi. “Pak Presiden (Jokowi). Jika Allah mentakdirkan, senang Partai Demokrat bisa berjuang bersama bapak,” kata SBY seperti dilansir Okezone.com.

Menurut SBY, visi dan misi platform pemerintahan Indonesia di 2019-2024, bisa disusun secara bersama Partai Demokrat. SBY pun mengatakan siap jadi bagian dalam menyusun agenda dan platform ke depan.

Sharing is caring

[avatar size="150" /]