New here? Register. ×
×

Bupati Simeulue Tidak Setuju BPKH RI Kelola Tanah Wakaf Milik Aceh

no comments
  • erli
11Mar
= 47

RUBERNEWS.COM | Rencana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI untuk mengambil alih pengelolaan Tanah Waqaf Aceh (Baitul Asyi) di Arab Saudi, mendapat beragam tanggapan dari tokoh masyarakat Aceh tidak terkecuali dari Bupati Simeulue, Erli Hasim, SH, S. Ag, M.I.Kom. Minggu 10/03/2018.

Saat dimintai tanggapannya mengenai rencana BPKH RI tersebut, Bupati Simeulue mengatakan, sangat setuju kalau tanah wakaf tersebut tidak dikuasai oleh Pemerintah Pusat karena tanah itu tidak boleh dicampur adukkan menjadi asset negara.

Menurut Erli Hasim, Tanah Waqaf Aceh (Baitul Asyi) di Arab Saudi karena bila ditinjau kembali dari sisi niat yang mewakafkan yang dikhususkan bagi masyarakat Aceh dan tidak boleh dikaitkan hanya karena persoalan kepentingan NKRI.

Tanah wakaf tersebut harus sesuai dari sisi peruntukannya sebagaimana yang teah diamanahkan oleh yang mewakafkan tanah tersebut yakni kepada masyarakat Aceh dan bukan kepada Pemerintah Pusat,”ujar Bupati Simeulue.

Dirinya juga meminta kepada Pemerintah Aceh untuk mengambil langkah mendesak Pemerintah Pusat agar mengurungkan niatan BPKH RI untuk mengelolah Tanah Wakaf milik masyarakat Aceh yang berada di Mekkah.

Kalau melihat sejarah, awal mula tanah wakaf tersebut adalah ketika Habib Bugak Asyi mendaftarkan wakafnya di hadapan Hakim Mahkamah Syariah Makkah adalah Waqaf MUQAYYAD (waqaf bersyarat) dan bukan Waqaf Mutlaq pada 1224 Hijriah atau 1809 Masehi kepada nazhir (pengelola wakaf), dengan akad supaya digunakan sebagai pemondokan warga Aceh.

Sharing is caring

[avatar size="150" /]