New here? Register. ×
×

Sudah Setahun, Pustu Trans Jernge Diduga Ditinggal Pergi Petugas Medis

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in DAERAH, KESEHATAN
  • TRANS MARANTI SIMEULUE
05Mar
= 9

RUBERNEWS.COM | Kondisi yang memperihatinkan terhadap Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berada di Desa Trans Jernge, Kecamatan Teupah Selatan Kabupaten Simeulue. Pustu yang dibangun pada Tahun 2007 lalu oleh BRR itu tampak seperti rumah tua yang usang dan tidak berpenghuni.

Sekeliling halamannya nyaris ditumbuhi rumput dan ilalang, dinding di bagian depan terlihat jelas diselimuti lumut yang sudah menghitam, kaca jendela pecah, lantai teras dipenuhi sampah dan kotoran hewan ternak.

Menurut keterangan dari warga desa setempat, petugas medis Pustu yang berada di Desa Trans Jernge itu diduga ditinggal pergi oleh petugas kesehatannya. Petugas yang terakhir bertugas di Pustu itu terakhir terlihat oleh warga sekitar satu tahun yang lalu.

“Sudah lama sekali pak tidak ada petugas sekitar satu tahun lalu, terakhir yang tugas di situ Ibu Dara,”kata Siti Muliana, salah seorang warga Desa Trans Jernge kepada wartawan, Minggu 04/03/2018 kemarin.

Sejak ditinggal pergi oleh petugas medis yang bernama seperti yang disebutkan sumber tadi, Pustu itu tidak pernah ada lagi petugas yang lain yang bertugas sampai hingga saat ini.

Sambung wanita yang mengaku dari Jawa Tengah itu, setiap Petugas yang ditempatkan di Pustu tersebut mereka enggan untuk tinggal berlama–lama dilatarbelakangi dengan berbagai macam alasan.

“Petugasnya gak betah pak tinggal di situ paling lama 10 hari sudah minta pindah. Entah kenapa orang tu gak betah pak,”ujar Siti Muliana.

Dari pantauan media ini, tidak saja Pustu di Trans Jernge, sebuah Poskesdes yang berada di Desa Trans Baru, Kecamatan Teupah Selatan juga terlihat mengalami nasib yang sama juga tidak ada petugas kesehatan yang ditempatkan, pekarangan sudah ditumbuhi semak. Diduga kuat, Poskesdes tersebut sudah lama sekali ditinggal petugas Medisnya.

Sayangnya, tak saja tumbuh ilalang dan rumput didalam pekarangan poskesdes itu, pintu ruangan tempat berobat tidak tekunci dan dibiarkan terbuka menganga begitu saja, sehingga kambing pun diduga leluasa keluar masuk ke ruang Poskesdes itu, karena, kotoran kambing terlihat berserakan di dalam ruangan. Di teras, terlihat hanya dihiasi kursi berwarna hitam yang sudah usang dengan posisi miring, sekitarnya dikelilingi kotoran hewan ternak.

Sejak tidak ada perawat yang bertugas di Pustu mereka, warga Desa Trans jerngeh dan Trans Baru terpaksa harus ke Pustu Desa tetangga, Desa Trans Maranti dan Latiung untuk berobat.

Oleh karena itu, warga setempat berharap, kiranya Pemerintah Simeulue segera menempatkan petugas Medis di Pustu itu, sehingga warga tidak lagi bersusah payah harus berobat ke Desa tetangga.

“Sekarang kalau kami berobat ke Trans Maranti atau Latiung. Semoga cepat ada petugasnya, supaya kami tidak lagi berobat ke Trans Maranti dan Latiung,”pinta Siti.

Dikonfirmasi wartawan, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue, Syafii, kaget, ia mengaku tidak pernah menerima laporan dari Kepala Puskesmas Kecamatatan setempat mengenai hal tersebut.

” Lailahailallah, semestinya ada laporan dari Kapusnya,”ujar Sekretaris Dinas Kesehatan kepada wartawan, Senin 05/03/2018.

Menyikapi hal itu, dia berjanji dalam minggu ini akan menempatkan petugas medis ke Pustu tersebut dan akan memanggil Kapala Puskesmas Kecamatan Teupah Selatan untuk memepertanyakan mengenai petugas Medis yang diduga tidak pernah masuk selama kurang lebih satu tahun itu.

” Dalam minggu ini akan kita tugaskan tenaga Medisnya, setidaknya ada pegawai yang diNota Dinas kan sementara,”imbuh Syafii.

Sharing is caring

[avatar size="150" /]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *