New here? Register. ×
×

Markas Tentara & Kedubes Prancis Diserang, 8 Orang Tewas

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in INTERNASIONAL
04Mar
SENEBE ARABICA COFFEE The Best Coffee Aceh

SENEBE ARABICA COFFEE
The Best Coffee Aceh


RUBERNEWS.COM | Sekelompok orang bersenjata menyerang markas besar militer dan Kedutaan Besar Prancis, di ibu kota Burkina Faso, Jumat waktu setempat. Delapan orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat serangan tersebut.

Menteri Luar Negeri Prancis mengatakan serangan tersebut kemungkinan dilakukan oleh kelompok teroris. Demikian dilansir Reuters, Sabtu (3/3).

Wilayah Sahel di Kenya barat mengalami lonjakan kekerasan oleh kelompok militan, beberapa memiliki kaitan dengan Al Qaeda dan ISIS. Hal itu menarik respons agresif dari negara-negara lain termasuk Prancis dan Amerika Serikat.

Belum ada yang mengklaim bertanggungjawab atas serangan tersebut. Serangan tersebut diketahui merupakan serangan besar ketiga di Ouagadougou hanya dalam waktu dua tahun terakhir.

Serangan sebelumnya dilakukan oleh sekutu Al Qaeda karena pembalasan atas partisipasi Burkina Faso dalam perang regional melawan militan Islam.

“Semuanya menunjukkan bahwa serangan ini dilakukan oleh kelompok teroris,” Jean-Yves Le Drian mengatakan kepada televisi LCI.

“Prancis bertekad untuk terus-menerus melawan kelompok-kelompok teroris yang ingin mengacaukan wilayah (Afrika Barat) dan yang merupakan bahaya serius bagi keamanan dan kepentingan kita,” lanjutnya.

Televisi negara bagian Burkinabe mengatakan orang-orang bersenjata yang tidak dikenal tersebut membunuh lima tentara dan melukai 64 orang di markas militer. Dua anggota gendarm paramiliter Burkina Faso tewas membela kedutaan tersebut.

Presiden Roch Kabore men-tweet bahwa jumlah korban tewas telah meningkat menjadi delapan orang.

Le Drian mengatakan ada banyak korban di markas tentara, namun tidak ada warga Prancis yang terbunuh dalam serangan simultan tersebut.

Polisi nasional mengatakan dalam sebuah pernyataan, delapan orang bersenjata tewas: empat di kedutaan dan empat di markas tentara. Dua penyerang ditangkap, menurut sumber militer dan televisi pemerintah.

Saksi mata mengatakan orang-orang bersenjata dengan mengenakan topeng menyerang markas tentara pusat kota sekitar pukul 10 pagi (pukul 00:00 GMT).

“Saya melihat orang-orang dengan karung di punggung mereka menyerang penjaga. Lalu aku mendengar ledakan itu. Saya melihat tentara melarikan diri dari markas tentara yang sedang beroperasi,” kata saksi Kader Sanou kepada Reuters.

Ledakan di dalam kantor pusat mengguncang bangunan di sekitarnya, membuat senyawa terbakar dan mengirimkan asap hitam tebal.

Warga yang panik melarikan diri dari pusat kota dengan berjalan kaki atau sepeda motor karena puluhan tentara Burkina Faso dan kendaraan lapis baja mengambil posisi di daerah tersebut.

[Merdeka.com]

Sharing is caring