New here? Register. ×
×

Komparasi Shockbreaker Motor Teleskopik Vs Upside Down

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in OTOMOTIF
  • Komparasi Shockbreaker Motor Teleskopik Vs Upside DownShock-Upside-Down
27Feb
= 51

RUBERNEWS.COM | Shock breaker depan atau orang menyebut dengan istilah suspension bagian depan memiliki fungsi sebagai penyangga dan juga penopang motor khususnya pada bagian depan, tugas intinya dari shock breaker adalah sebagai peredam kejut dari jalan yang tidak rata.

Suspension bagian depan ini ada beberapa jenis yang paling banyak digunakan ,pada motor umumnya yaitu ada jenis teleskopik dan jenis up site down atau orang lebih mengenal dengan istilah USD.

2 Shock breaker diatas tentunya memiliki beberapa kekurangan dan juga kelebihan yang saling melengkapi, nah pada kesempatan ini mari kita komparasi kedua jenis suspension diatas agar bisa mendapatkan pencerahan , shock breaker bagian depan mana yang paling mantab.

Shock Breaker Teleskopik

Shock breaker jenis ini tentunya sudah sering kita lihat dijalan raya, dan hampir semua motor di indonesia terlebih pada motor matic, bebek , dan motor sport dibekali dengan menggunakan suspensi teleskopik. Shock breaker Teleskopik ini mempunyai konstruksi kompresi pipa teleskopik yang terkait bagian segita ditahan pegas di dalam pipa. Lalu untuk reboundnya diatur dengan sirkulasi oli lewat pipa suling didalam tabung yang terhubung dengan ke as roda bagian depan menggunakan per di dalam tabung dengan memanfaatkan peredaran oli.

Shock breker jenis ini lumayan memiliki redaman yang agak lembut dan kadang juga terlalu lentur, suspensi jenis ini sangat cocok digunakan untuk motor yang digunakan untuk dalam kota maupun untuk motor sport dengan bobot yang berat serta motor advanture yang melintas di medan yang tidak rata (tanah) jalan yang rusak dan juga jalan yang bergelombang.
Jenis Shock breaker teleskopik ini tentunya jarang sekali kita jumpai dalam ajang road race resmi misalnya motor gp, bahkan tidak ada yang menggunakan sama sekali, yang masih menggunakan shock telekopik dalam ajang road race adalah di indonesia, terlebih dalam ajang balapan kelas underbone, kenapa tidak digunakan dalam ajang balapan resmi internasional..? karena suspension teleskopik ini kurang stabil jika digunakan untuk kecepatan tinggi.
Kekurangan Shock Breaker Telekopik.

Shock jenis teleskopik sangat kurang stabil jika digunakan pada motor yang memiliki kecepatan tinggi. Memiliki tampilan yang biasa, tidak ada kesan mewah dan elegant.

Kelebihan Shock Breaker Teleskopik

Perawatan Shock breaker lebih mudah.

Cocok digunakan untuk harian selain itu juga cocok dengan lingkungan yang halus dan terjal alias cocok dari berbagai medan.

Harga yang relatif murah dibandingkan dengan upside down yang mahal.

Kuat untuk menopang bobot motor yang berat.

Shock Upside Down

Shock breaker jenis selanjutnya yaitu Upside Down atau orang menyebut dengan istilah shock USD, shock jenis ini sering kita lihat pada motor motor yang memiliki spesifikasi mesin yang berkapasitas tinggi atau moge. Bahan dari shock breaker jenis Upside Down ini menggunakan bahan berkualitas tinggi berbahan dasar alumunium dan magnesium. Suspension memiliki konstruksi tabung yang terikat segitiga , sementara pipa telekopik yang memiliki diameternya lebih kecil dari tabung, terikat pada adaptor as roda bagian depan.

Maka seperti terlihat bergerak pada pipanya bukan tabungnya seperti motor sport, bebek atau skutik. Kalau orang desa atau orang jawa bilang shock kuwalik(terbalik). Memang jika anda amati pada gambar motor vixion yang menggunakan USD diatas dengan motor cb 150 r diatas berbeda , jika USD terlihat seperti shock kuwalik (terbalik) selian itu memiliki tampilan yang khas biasanya berwarna emas (gold).

Suspension jenis Upside down ini memiliki redaman yang lebih keras dibandingkan dengan suspensi jenis teleskopik, dan shock jenis ini sangat cocok digunakan untuk kecepatan tinggi ,motor motor yang menggunakan USD ini umumnya memiliki kapasitas yang besar .contoh pada motoGP dan Superbike. Walaupun shock jenis USD ini kurang cocok digunakan untuk harian dan juga reboundnya yang lumayan cukup lama & keras yang bisa membuat punggung cepet pegel, namun shock jenis USD ini terasa puas dengan desain tampilan yang keren atau bahasanya eye cathing dan memiliki ketebalan tabung yang terlihat besar.

Baca Juga Artikel Lainnya :

Kelebihan Shock breaker jenis Upside Down

Shock USD memiliki Tampilan yang terlihat keren,besar dan juga lebih eye cathing.

Dibekali dengan Redaman yang pass dan mantab untuk kecepatan tinggi.

Lebih Stabil digunakan pada saat motor dipacu dengan kecepatan tinggi.

Kekurangan Shock Breaker Jenis Upside Down

Shock Jenis Upside down rawan patah dan juga sering bocor (jika menopang bobot terlalu sangat berat) atau sering digunakan untuk wheelie)

Memiliki hrga yang lumayan mahal tergantung spesifikasinya

Jenis Shock teleskopik kurang cocok digunakan untuk motor yang memiliki bobot berat

Overall ,menurut saya pribadi semua suspension diatas bagus semuanya, karena satu sama lain saling melengkapi  yaitu memiliki kelebih dan juga kekurangan , komporasi diatas hanyalah opini pribadi yang didasari dari sumber  otomotif net.

[Sumber : Modifikasi]

Sharing is caring

[avatar size="150" /]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *