New here? Register. ×
×

PBSI Nilai Peraturan Baru BWF Memberatkan Para Atlet, Ini Sikap Indonesia

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in NASIONAL, OLAHRAGA
25Feb

Banner Iklan SENEBE ARABICA COFFEE Terbaik di Aceh

RUBERNEWS.COM | Belum lama ini, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengeluarkan sejumlah aturan baru untuk diberlakukan dalam pertandingan bulu tangkis internasional. Namun begitu, aturan tersebut nyatanya mendapat tentangan dari Federasi Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) karena dinilai akan memberatkan para atlet dan juga tidak relevan.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, menerangkan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat untuk berdiskusi dengan pihak-pihak terkait mengenai peraturan baru tersebut. Langkah pertama yang diambil oleh PBSI adalah melakukan diskusi dengan Konfederasi Bulu Tangkis Asia (BAC).

Susy sendiripun mengaku tak cocok dengan peraturan baru yang dikeluarkan BWF. Misalnya mengenai skor pertandingan, yang semula dalam sebuah pertandingan terdiri dari dua game ditambah rubber (jika diperlukan), dengan masing-masing game mengumpulkan poin hingga 21, kini menjadi skor 11 poin dikali lima game.

Susy menilai hal tersebut akan memberatkan para atlet, karena akan mengubah pola latihan dan juga cara bertanding yang selama ini sudah dijalani. Selain itu, Susy juga merasa keberatan dengan peraturan pemain elite yang diwajibkan bertanding minimal 12 turnamen dalam setahun, karena ia marasa hal tersebut akan membuat para pemain kelelahan.

Namun, Susy beserta PBSI menyadari bahwa Indonesia tidak akan bisa menentang peraturan baru BWF tersebut seorang diri. Maka dari itu, PBSI akan mencoba berdiskusi dengan negara-negara lain juga guna mencari dukungan dan solusi terbaik terkait peraturan baru itu”kata susi, Minggu 25/02/2018.

Sharing is caring