New here? Register. ×
×

Tgk Syarifuddin: Islam Menganjurkan Kasih Sayang, Tapi Bukan Valentine Day

no comments
  • Tgk Syarifuddin, anggota DPR Aceh dari PKB.
14Feb
= 28
SENEBE ARABICA COFFEE The Best Coffee Aceh

SENEBE ARABICA COFFEE
The Best Coffee Aceh


RUBERNEWS.COM | Saat ini, fenomena perayaan Valentine’s Day tidak hanya dirayakan dibelahan negara Eropa yang mayoritas penduduknya beragama kristen, namun telah merambah ke negara-negara yang mayoritas berpenduduk muslim.

Di Indonesia, fenoma Valentine Day bukan lagi hal asing, bahkan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan, kerap dirayakan oleh kaum remaja dan dewasa dengan berbagai cara. Budaya yang bertentangan dengan norma-norma Islam ini juga mulai merambah dan mempengaruhi kalangan remaja di Aceh.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Komisi V, Tgk Syarifuddin mengatakan perayaan Valenitne Day tidak bisa diterapkan di Aceh karena bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Menurutnya, Islam tidak mengenal istilah hari valentine, dan tidak ada dasar bagi umat Islam untuk merayakannya.

“Valentine Day itu kan budaya ‘kumpul kebo’, yang menjurus pada hal-hal negatif. Jadi Valentine Day itu tidak ada tempat di Aceh yang menerapkan syariat Islam. Ini bukan budaya kita orang Islam,” ujar Tgk Syarifuddin di Banda Aceh, Rabu (14/02/2018).

Dikatakannya, bila ingin berbagi rasa cinta dan kasih sayang terhadap orang terdekat atau bahkan sesama umat Islam, bukan melalui ‘kumpul kebo’ melainkan silaturrahim dan do’a.

“Islam punya cara sendiri dalam mengungkapkan rasa cinta dan kasih sayang terhadap orang terdekat, terhadap sesama umat Islam, yaitu dengan membangun silaturrahmi dan do’a,” ungkap anggota DPRA dari Dapil 9 itu, yang meliputi Abdya, Aceh Selatan, Subulussalam dan Aceh Singkil).

Bahkan kalau diresapi, lanjut Tgk Syarifuddin, rasa cinta dan kasih sayang yang dianjurkan dalam Islam terhadap sesama umat Islam itu sudah sangat mendalam, ibarat tubuh yang satu, dimana satu anggota tubuh merasakan sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakannya.

“Intinya, Islam menganjurkan cinta dan kasih sayang tapi bukan Valentine Day. Islam mengajarkan kasih sayang terhadap orang terdekat, sesama umat Islam, dengan berempati terhadap kondisi mereka. Bila ada keluarga, sahabat, tetangga yang sakit, maka kita juga ikut merasakannya. Kalau tidak sempat dikunjungi maka doa kita harus menyertai mereka,” terang pimpinan Pesantren Jannatul Firdaus Kota Subulussalam ini.

Ia juga menegaskan bahwa Islam melarang perayaan Valentine Day karena nuansa yang ada didalamnya bertentangan dengan nilai-nilai dan budaya Islam. “Kaum remaja Aceh, terutama para pelajar harus menghindari dan tidak merayakan Valentine Daya sama sekali,” ajaknya.

“Bila ingin berkumpul, berkumpullah ditempat yang baik, dengan cara berzikir dan menghadiri majelis taklim,” pungkasnya.

Sebagai informasi, perayaan valentine ini dahulunya adalah salah satu hari raya bangsa Romawi yang menganut paganisme (menyembah berhala) semenjak lebih dari 17 abad yang lalu. Perayaan valentine tersebut dimaksudkan oleh mereka sebagai sebuah pengungkapan dan pembuktian cinta kepada sesembahan mereka.

Valentin yang sebenarnya adalah nama seorang tokoh agama Kristen yang diberi gelar Saint atau Santo disingkat dengan St., yang mempunyai tempat istimewa di dalam ajaran agama Kristen. Panggilan atau gelar ini dilekatkan pula kepada tokoh Kristen yang lainnya, seperti St. Paul, St. Peter, St. Agustine dan sebagainya. St. hanya dihubungkan dengan nama seorang penganjur dan pemimpin besar agama Kristen.

St. Valentin ini mati dibunuh karena pertentangannya dengan Kaisar CLAUDIUS II, penguasa Romawi pada waktu itu. Hidupnya berakhir dengan pembunuhan pada abad ketiga, tepatnya pada tanggal 14 Februari tahun 270 Masehi. Menurut kepercayaan Kristen, kematian Valentin ini dikategorikan martir membela agamanya, sebagaimana orang Islam menyebut syahid bagi seorang muslim yang terbunuh di medan jihad.

Kematian yang tragis, kesalehan, dan kedermawanan Valentin ini tidak dapat dilupakan oleh para pengikutnya. Valentine dijadikan simbol bagi ketabahan, keberanian, dan kepasrahan seorang Kristen menghadapi kenyataan hidupnya. Namanya dipuja dan diagungkan dan hari kematiannya diperingati oleh pengikutnya dalam setiap upacara keagamaan yang dianggap sesuai dengan peristiwa tragis itu.

Hari Valentin, sebagaimana dikatakan di atas, adalah hari kematian Valentine yang kemudian diperingati oleh para pengikutnya setiap tanggal 14 Februari. Kemudian hari Valentine ini dihubungkan pula dengan pesta atau perjamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut supercalia yang biasanya jatuh pada tanggal 15 Februari.

Sharing is caring

[avatar size="150" /]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *