New here? Register. ×
×

Dua Bidan Desa Iklas Berbakti Di Daerah Terpencil Puluhan Tahun

no comments
Written by Jufri Zainuddin | Published in DAERAH, KESEHATAN
  • BIDAN ACEH TIMUR
11Feb
SENEBE ARABICA COFFEE The Best Coffee Aceh

SENEBE ARABICA COFFEE
The Best Coffee Aceh

RUBERNEWS.COM | Dua bidan bidan desa yang bertugas di Desa Tampur Boor dan Tampur Paloh, Kecamatan Simpang Jernih,  yang berada di pendalaman Kabupaten Aceh Timur, rela berbakti di daerah terpencil hingga puluhan tahun. Walau keadaan alamnya tidak sama dengan daerah-daerah lainnya yang ada di Aceh Timur,  kondisi bukit terjal dan jalan berlumpur jadi tantangan tersendiri bagi kedua bidan desa tersebut, Minggu, 11/02/2018.

Tersenyum pada pasein dan iklas berbakti, itulah yang dijalani oleh kedua Bidan desa yang bertugas di daerah terpencil, pedalaman Aceh Timur.  Demi kesehatan warga setempat, mereka berdua rela tinggal bersama masayarakat dalam kondisi pedesaan yang serba sederhana.

Irawati dan Irma Yanti adalah kedua Bidan desa yang merelakan dirinya puluhan tahun sudah hidup bersama masyarakat terpencil demi sebuah pengabdian yang luar biasa. Tidak kenal lelah dan jenuh sikap mulai yang mereka miliki, kesederhanaan dalam keseharian sehingga masyarakat menganggap mereka adalah bagian dari keluarga besarnya.

Jalan satu-satunya penghubung antar desa dan kecamatan adalah melalui jalur sungai. Boat bermotor alat  transportasi utama, baik dijadikan sebagai ambulance maupun untuk pengangkutan para warga setempat.

Desa Tampur Boor dan Desa Tampur Paloh di Kecamatan Simpang Jernih pedalaman Aceh Timur tergolong daerah sangat terpencil, dimana daerah tersebut baru dua tahun ini mendapatkan penerangan listrik dari sumber PLTA desa, namun  dua bidan desa cantik  yang bertugas di desa tersebut  rela tinggal bersama masyarakat tanpa listrik dan tanpa adanya jaringan internet sejak dari tahun 2008 silam.

Kerelaan dan keiklasan dua bidan desa tersebut adalah suatu pengabdian yang didedikasikan  kepada masyarakat terpencil yang membutuhkan tenaga dan keahlianya, mereka dengan sadar berfikir kalau tidak ada yang mau berbakti kepada daerah-daerah terpencil seperti ini bagaimana nasip kesehatan warga setempat.

Kondisi disini memang sangat jauh berbeda dengan kondisi normal seperti daerah di kota, jemput dan rujuk pasien yang sudah tidak memungkinkan lagi kami tangani, harus mengguanakan boat motor  melalui jalaur air, untuk rujuk pasein ke rumah sakit di kota. Itupun kalau air sungai tidak besar. Kalau kondisi air sungai besar atau banjir terpaksa kami tangani disini dengan apa adanya,”ungkap Irawati.

Harapan besar kami adalah agar Pemerintah Kabupaten Aceh Timur memudahkan transportasi khusus, agar  kami dengan mudah dan cepat memberikan pelayanan medis pada pasien-pasien emergensi dan perlu rujukan cepat kerumah sakit,”tutup Irawati.

Sharing is caring

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Up