New here? Register. ×
×

Proyek Pengadaan Kapal Dinas Kelautan Dan Perikanan Aceh Selatan Tidak Layak Pakai

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in DAERAH
  • RUBERNEWS.COM-Proyek Pengadaan Kapal Dinas Kelautan Dan Perikanan Aceh Selatan Tidak Layak Pakai
24Jan
= 3

Banner Iklan Senebe Arabica Coffee

RUBERNEWS.COM | Yayasan Gunung Hutan Lestasi (YGHL), menduga pengadaan kapal motor 3 GT untuk sejumlah nelayan di Kabupaten Aceh Selatan yang sumber dananya dari APBK tahun 2017 tidak layak pakai.

Direktur YGHL Aceh Selatan, Sarbunis, sangat menyayangkan bantuan pengadaan kapal nelayan tahun 2017 dari Dinas Perikanan dan Kelautan tidak layak pakai, karena kapal bantuan yang diberikan kepada nelayan tersebut tidak bisa dioperasikan.

Kita sangat menyayangkan pihak dinas terkait dan pihak rekanan yang memberikan bantuan kepada nelayan tidak berkualitas dan tidak layak pakai.

Sarbunis mengatakan kepada awak media, banyak nelayan yang melaporkan kepada kami tentang bantuan pengadaan kapal motor 3 GT yang mereka terima tidak layak pakai, setelah mereka coba mengoperasikan kapal motor GT tersebut mengalami kebocoran, Rabu 24/01/2018.

Anehnya lagi, kata Sarbunis, pihak dinas terkait saat serah terima bantuan kapal nelayan menyampaikan kepada penerima “Terima saja apa adanya, kata pihak dinas terkait saat serah terima,”Kalau bantuan itu tidak bisa dioprasionalkan untuk apa diberikan kepada nelayan, ” ujar Sarbunis.

Sarbunis menambahkan, kapal motor 3 GT yang diberikan kepada nelayan, kita mengakui mesinnya bagus, namun yang sangat kita sayangkan body kapal tidak berkualitas bodynya dibuat dari kayu sembarangan. Akibatnya, nelayan yang menerima kapal tersebut harus mengambil kredit untuk membenahi kembali body kapal yang mereka terima.

Kita harapkan kepada dinas terkait dan rekanan bisa membenahi kembali pengadaan kapal nelayan yang sudah direalisasikan kepada nelayan. Sebab, kapal yang sudah diterima itu tidak bisa dipakai,” harapnya.

Panglima Laot Lhok I Tapaktuan, Safi’i yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, saat serah terima bantuan kapal nelayan  oleh dinas terkait pihaknya tidak dilibatkan. Padahal, sewaktu menyelesaikan adminitrasi, saya cuma ada waktu penekenan dan pada saat serah terima saya tidak mengetahui bagaimana bentuk kapalnya.

“Pihaknya mengakui, setelah diteliti bantuan kapal nelayan itu kalau dioperasikan sangat berbahaya bagi nelayan dikarenakan kondisi kapal yang diserahkan tidak layak pakai,”ungkapnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Selatan, Cut Yusminar saat dikonfirmasi oleh awak media mengatakan, ” saya membantah jika bantuan kapal motor 3 GT tersebut tidak layak pakai, karena kapal bantuan yang diterima masyarakat sudah beroperasi, hanya satu itu saja mungkin kayunya tidak bagus, namun itu masih dalam tahap perbaikan, ” katanya.

Dia juga menambahkan, ada beberapa daerah di Aceh Selatan yang mendapatkan bantuan kapal motor 3 GT tersebut seperti, Labuhaji 1 (satu) unit, Labuhaji Timur 1 (satu) unit, Meukek 2 (dua) unit, Samadua 1 (satu) unit, Tapaktuan 3 (tiga) unit, Pasieraja 1 (satu) unit, Bakongoan 1 (satu) unit, Bakongan timur 2 (dua) unit, jumlah keseluruhan sebanyak 12 unit.

Kapal motor 3GT bersumber dari anggaran APBK tahun 2017 sebesar Rp 1,175 miliar, ” kami sudah memanggil pihak rekanan agar segera memperbaiki kapal tersebut, ” kata Cut Yusminar.

Sharing is caring

[avatar size="150" /]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *