New here? Register. ×
×

Janda Miskin di Aceh Selatan Butuh Bantuan Rumah

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in DAERAH, PEDULI
  • DSC08922
21Jan
= 4

Banner Iklan Senebe Arabica Coffee

RUBERNEWS.COM |  Walau sudah pernah mengusulkan permohonan rumah layak huni kepada Dinas terkait, Patimah La (55) ini hingga kini masih terus menempati rumah tidak layak huni.

Rumah berukuran 4×5 meter itu kondisinya sangat memprihatinkan, Patimah La Warga Gampong Panton Bili Kecamatan Pasirian Kabupaten Aceh Selatan ini berharap bisa mendapatkan rumah yang layak huni.

Patimah La janda dua anak ini, dengan raut wajah sedih saat berbincang dengan media Rubernews.com mengatakan,”Saya sudah pernah mengusulkan, tapi hingga sekarang belum mendapatkan rumah bantuan layak huni sedangkan segala persyaratan yang diminta sudah kami penuhi, bahkan sudah di buat pancang tanda lokasinya.

Namun hingga saat ini kami belum pernah merasakan bantuan apapun dari pemerintah, baik itu bantuan tunai maupun non tunai. Ada aja makan satu hari sekali udah lebih dari cukup,”katanya dengan mata berkaca-kaca.

“Mudah-mudahan ada yang mau membantu kami untuk mendapatkan rumah layak huni, sejak saya ditinggal almarhum suami sebelas tahun yang lalu, saya menafkahi sendiri ke dua anak saya.

Kondisi rumah itu sudah sangat tidak layak huni, apalagi jika hujan mereka harus menampung air hujan biar tidak tergenang di dalam rumah, karena atap rumah yang terbuat dari daun Rumbia itu sudah mulai hancur dan dinding rumah yang di tempati Patimah La sudah miring karena tiang penyanggah rumah tersebut sudah patah.

Sejak suaminya meninggal dunia, Patimah La harus menjadi tulang punggung keluarganya dengan bekerja sebagai buruh tani. Itupun kalau ada yang mau menyuruhnya menjadi buruh tani.

Sementara anak-anaknya juga tak punya pekerjaan tetap, Yulida (22) pengangguran belum ada pekerjaan, sementara itu Isnani (19) sedang kuliah di Lhokseumawe dia mendapatkan biasiswa bidik misi.

Dikatakan Kusaini, berdasarkan penuturan Patimah La, keluarga itu tidak punya harta dan uang untuk memperbaiki rumah warisan yang berdiri diatas tanah mereka sendiri itu.

“Jangankan untuk perbaiki rumah, untuk makan sehari-hari saja mereka serba kekurangan. Mereka beli beras satu bambu per hari. Hari-harinya hanya dipenuhi doa, air mata dan air hujan,” sebut Kusaini.

Karena itulah, kata Kusaini lagi,  keluarga tersebut sangat berharap mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan berupa rumah bantuan.

Sharing is caring

[avatar size="150" /]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *