New here? Register. ×
×

Warga Aceh Utara Kembali Blokir Jalan

no comments
Written by Desriadi Hidayat | Published in DAERAH
  • IMG-20180120-WA0233
20Jan

Banner Iklan Senebe Arabica Coffee

RUBERNEWS.COM | Setelah dua hari lalu atau tepatnya Kamis, 18 Januari 2018, warga memblokir jalan utama penghubung kecamatan Lhoksukon dan kecamatan Cot Girek, aksi serupa kembali terulang. Kali ini warga memblokir jalan lintas utama di kecamatan Langkahan kabupaten Aceh Utara.

Pemblokiran jalan lintas sepanjang 3 kilometer itu terjadi Sabtu pagi (20/1/2018) di 3 desa yakni Gampong Simpang Tiga, Pante Gaki Bale dan Gampong Paya Tukai.

Menurut Ketua Forum Keuchik Langkahan, Hamdani, aksi pemblokiran jalan ini merupakan buntut kekecewaan warga atas kerusakan jalan di desa mereka. Kerusakan jalan dipicu oleh intensitas laju kendaraan bermuatan besar yang mengangkut sawit dan material galian C.

“Kami telah menyampaikan persoalan ini bahkan hingga ke pemerintah provinsi. Namun tidak ada respon sama sekali” tutur Hamdani.

Hal yang sama juga dituturkan Keuchik Simpang Tiga, Muhammad Saleh. Ia meminta pemerintah memperbaiki jalan yang mengalami kerusakan hingga 3 kilometer itu.

“Kami meminta pemerintah atau pihak terkait untuk segera mengatasi persoalan jalan lintas Langkahan sepanjang 3000 meter yang telah rusak selama ini. Akibat kerusakan jalan karena dilintasi truk dan engkel (tronton) yang membawa sawit dan material batu, masyarakat susah untuk beraktifitas dan membawa hasil tani” papar M. Saleh.

Mendapat informasi pemblokiran jalan, unsur Muspika dan tokoh masyarakat segera melakukan pertemuan. Camat Langkahan, H Muhammad Jamil didampingi Kapolsek Langkahan IPDA Samsul Bahri dan Danramil 29 mencoba memediasi untuk mencarikan solusi.

“Pemblokiran jalan ini bukan salah masyarakat, tapi salah pemerintah daerah yang tidak memperhatikan jalan yang sudah rusak dan tidak layak di pakai” tutur Camat Langkahan.

Untuk itu, pihaknya telah membangun komunikasi dengan instansi terkait guna mencarikan solusi sementara.

“Bahwa pada hari ini pihak dinas cuma memberikan alat berat untuk merehab jalan yang sudah rusak. Namun biaya operasional dibebankan kepada para Keuchik Langkahan dan donatur yang ada di kecamatan Langkahan” terang M. Jamil.

Sementara itu, Kapolsek Langkahan, IPDA Samsul Bahri meminta masyarakat untuk membuka pemblokiran jalan demi kelancaran aktifitas di daerah tersebut.

“Saya selaku Kapolsek Langkahan mengharapkan kepada Keuchik dan masyarakat Langkahan agar jalan segera dibuka karna sangat menggangu aktivitas masyarakat dan perekonomian masyarakat. Kami selaku Muspika siap menyampaikan aspirasi masyarakat ini ke pemerintah” kata IPDA Samsul Bahri.

Dari hasil mediasi diperoleh kesepakatan bersama dengan sejumlah catatan. Masyarakat bersedia membuka jalan, namun bila aspirasi ini tidak dihiraukan, warga mengaku akan kembali melakukan pemblokiran jalan.

Akhirnya, pada sore hari atau sekira pukul 15:40 WIB, warga dari tiga desa tersebut mulai membuka jalan dengan memindahkan batang kayu dan batu yang digunakan warga untuk menutup akses jalan.

Selain itu, para donatur juga bersedia memberikan sumbangan untuk biaya rehab jalan tersebut. Sumbangan berasal dari anggota DPRA dari Partai Aceh, Sulaiman SE (Tgk Di Tunong), anggota DPRK Aceh Utara dari Partai Aceh, Ismail A Rahman (Tgk Linued) dan anggota DPRK Aceh Utara dari fraksi PPP, H. Ismed Nur.

Sharing is caring

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Up