New here? Register. ×
×

Proyek Normalisasi Parit Di Atam, Rugikan Lahan Warga

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in DAERAH
10Des

RUBERNEWS.COM | Proyek Normalisasi parit yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Aceh Tamiang di Desa Pangkalan, Kecamatan Kejuruan Muda, ternyata menimbulkan dampak negatif bagi lahan warga sekitar.

Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon bersama beberapa Anggota DPRK lainnya yang didampingi Ketua LSM LembAHtari, Sayed Zainal.SH duduk bersama dengan warga pemilik lahan untuk mencari solusi permasalah tersebut, Jumat (08/12/2017) lalu.

Fitriani Abdullah selaku perwakilan pemilik lahan yang terkena dampak dari pekerjaan Normalisasi tersebut menuturkan, pihaknya dsangat kecewa terhadap pekerjaan Normalisasi yang seharusnya bisa memberikan dampak positif bagi mereka namun sebaliknya.

” Awalnya parit tersebut hanya sebesar 2 meter dan tidak menyulitkan kami untuk mengangkut hasil panen sawit, Ini mengapa bisa sangat lebar dibuat hingga 4 meter sehingga tanah kami banyak terpakai dan kami harus menggunakan perahu dayung untuk mengangkut hasil panen kami,” Ujarnya.

Dengan demikian pihaknya merasa di zalimi dan meminta ganti rugi atas kerugian yang dialami.

Ketua LembAHtari, Sayed Zainal.SH menanggapi keluhan warga mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan keadaan warga yang terkena dampak dan merasa dirugikan, oleh sebab itu pihaknya kemarin duduk bersama untuk mencari solusi terbaik agar tidak menjadi permasalah yang berkepanjangan.

“ Oleh sebab itu kita bersama meminta kepada Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon untuk mencarikan solusi terbaik yaitu dengan pembangunan Talud sepanjang lahan normalisasi agar tanah warga yang yang terkena dampak negatif tidak ambles terkena debit air yang sewaktu-waktu bisa besar”, ujar Sayed Zainal.

Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon ketika itu langsung merespon keinginan dan keluhan warga dan mengatakan, ini menjadi keinginan kita bersama agar ada penyelesaian kongkrit sehingga permasalahan ini bisa selesai.

“Akan tetapi jika ingin dibangun Talud sebagai penahan tebing tanah warga, Kami akan membicarakan nya kembali mengingat panjang Normalisasi tersebut untuk kedua sisi hampir 1 km, ”Ujar Fadlon.

Fadlon juga mengatakan, pihak DPRK akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu, akan tetapi semua butuh proses sehingga pihaknya berharap kepada warga agar dapat bersabar.

Sharing is caring