New here? Register. ×
×

Rekrutmen Panwascam Kabupaten Aceh Tamiang Masih Bermasalah

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in DAERAH, POLITIK
04Des

RUBERNEWS.COM | Mantan komisioner Panwaslu Aceh Tamiang Bidang Investigasi dan Penindakan tahun 2004, Muhammad Hanafiah angkat bicara, terkait polemik yang terjadi dalam proses seleksi rekrutmen Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se-Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2017.

Dalam wawancara khusus di salah cafe di Karang Baru, Muhammad Hanafiah kepada mengatakan setidaknya ada tiga kejanggalan yang dilakukan panitia rekrutmen atau penyelenggara dalam proses rekrutmen Panwascam, Minggu 03/12/2017 kemarin.

Kejanggalan tersebut diantaranya, panitia rekrutmen dianggap tidak transparan dan akuntabiltas dalam proses rekrutmen panwascam.

“Seharusnya panitia rekrutmen panwascam mencatumkan semua nilai yang diraih setiap peserta pada setiap tahapan, baik nilai yang diraih peserta pada tahapan ujian tulis maupun nilai yang diraih peserta yang lulus pada tahapan wawancara.

Walaupun tidak ada aturan yang mengatur tentang ini, tetapi bukan persoalan jika panitia rekrutmen, mengambil kebijakan dengan cara mengumunkan semua nilai peserta pada setiap tahapan.

Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan prasangka dan image negatif bagi panitia rekrutmen serta dalam rangka menguatkan azas transparansi dan akuntabilitas dalam proses rekrutmen panwascam,”kata Muhammad Hanafiah yang sering disapa Bang Agam.

Menurutnya, selain mengumunkan nilai peserta setiap tahapan, panitia rekrutmen atau Panwaslu Aceh Tamiang juga harus mengumumkan nama-nama peserta yang lulus cadangan kepada publik. Hal itu bertujuan jika ada panwascam yang lulus, ada yang mengalami halangan tetap atau mengundurkan diri, langsung dapat di gantikan dengan peserta cadangan.

“Walaupun tidak ada aturan yang mengatur terkait hal ini, sebaiknya panitia rekrutmen mengumunkan nama-nama peserta yang lulus cadangan ke publik, untuk menguatkan azas transparansi dan akuntabilitas dalam proses rekrutmen panwascam dan menghilangkan tuduhan-tuduhan tertentu yang di alamatkan kepada panitia rekrutmen atau Panwaslu Aceh Tamiang,”katanya.

Agam menambahkan, dalam rangka menjaring masukan dari masyarakat, seharusnya nama-nama peserta yang lulus di setiap tahapan harus di umumkan melalui media cetak atau media cyber. Hal ini untuk memastikan apakah peserta yang lulus, ada yang bermasalahan dengan hukum, terlibat ormas, parpol atau terikat dengan intansi lainnya.

“Uji publik dilakukan untuk mencegah terjadi kemungkinan, ada peserta yang sudah lulus tapi masih terikat kontrak dengan intansi lain. Seperti yang terjadi di kecamatan Bandar Pusaka, yakni lulus panwascam tapi masih terikat kontrak sebagai tenaga penyuluh agama di Kantor Urusan Agama (KUA) Bandar Pusaka,”tambahnya.

Selain kepada panitia rekrutmen, Agam menyebutkan sebagian peserta yang mendaftar sebagai panwascam tidak mempunyai integritas dan terkesan tidak jujur.

“Sebagian peserta menjadikan panwascam sebagai mata pencarian bukan terpanggil untuk mengawasi pemilu. Buktinya ada peserta yang ikut mendaftar panwascam, juga ikut mendaftar pada Program Keluarga Harapan (PKH) di Kementerian Sosial. Jika peserta tersebut di umumkan lulus, lalu tiba-tiba mengundurkan diri dari panwascam, ini akan membuat kinerja panwascam menjadi rumit. Apalagi peserta yang lulus cadangan tidak di umumkan,”ungkapnya.

Lebih lanjut Agam mengatakan bagi peserta yang dinyatakan lulus lalu mengundurkan diri dari panwascam karena memilih intansi lain yang honornya lebih tinggi, perlu di laporkan ke aparat hukum dalam kasus perbuatan tidak menyenangkan. Karena yang bersangkutan sudah merugikan peserta lain yang tidak lulus panwascam dan telah merugikan Panwaslu Kabupaten Aceh Tamiang.

Sementara itu Ketua Panitia Kerja (Pokja) Perekrutan Panwascam Kabupaten Aceh Tamiang, Imran, S.E yang dikonfirmasi terkait tidak diumumkan nama-nama peserta yang lulus cadangan mengatakan pihaknya cuma mengikuti arahan dari Bawaslu Aceh yang dalam rekrutmen pawaslu kabupaten juga tidak mengumumkan nama-nama peserta yang lulus cadangan.

“Sesuai arahan dari Bawaslu Aceh, nama-nama peserta yang lulus cadangan tidak di umumkan ke publik. Hal itu dilakukan untuk mencegah persaingan yang tidak sehat antara peserta yang lulus dengan peserta cadangan, “kata Imran.

Sharing is caring