New here? Register. ×
×

Isak Tangis Keluarga Sambut Kedatangan Jenazah TKI Aceh Yang Meninggal di Malaysia

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in DAERAH, PEDULI
09Nov

RUBERNEWS.COM | Isak tangis keluarga besar tidak kuasa terbendung saat jenazah almarhum Zainal Arifin (22) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Aceh di Malaysia tiba di rumah duka di Gampong Paloh Jeureula, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Kamis 09/11/2017.

Seperti diketahui, Zainal Arifin meninggal dunia setelah tersengat arus listrik saat memasang alat penyejuk udara (air condtioner) di sebuah gedung di Negeri Sembilan, Taman Gunung Mas, Malaysia, pada  06 November 2017 lalu.

Jenazah Almarhum dipulangkan menggunakan pesawat Garuda dari Jakarta dan tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) pada 08/11/2017 kemarin. Jenazah tersebut dijemput langsung oleh Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri bersama rombongan dan turut diantar Anggota DPD RI asal Aceh H. Sudirman atau sapaan akrabnya Haji Uma.

Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri menyebutkan, Dalam seminggu terakhir, Ia bersama Haji Uma sudah empat orang TKI asal Aceh di Malaysia berhasil dibawa pulang ke kampung halamannya, yaitu TKI Aceh Singkil yang mengalami tabrakan di Peneng, Korban tembakan, termasuk adik korban yang ditembak dan terakhir Jenazah Zainal Arifin.

“Kami mewakili Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, prihatin dengan semakin banyaknya anak Aceh yang menjadi korban di negeri jiran. Untuk itu dia berpesan, meskipun hujan emas di negeri orang, masih lebih baik hujan batu di negeri sendiri, kami kami meminta kepada masyarakat Aceh agar tidak mencari kerja di sana, karena di Aceh masih tersedia lapangan kerja yang cukup, “ kata Alhudri.

Alhudri mengaku bahwa untuk bekerja di mana saja adalah hak setiap orang, dia tidak bisa menahan hak seseorang, Namun, jika ingin bekerja di Malaysia atau di luar negeri lainnya dia meminta agar melengkapi dokumen resmi, sehingga tidak menjadi TKI illegal di negeri orang.

“Kita akan meminta pertanggungjawaban calo atau agen yang memberangkatkan almarhum semasa hidupnya ke Malaysia harus bertanggungjawab untuk memenuhi hak-haknya, karena penyebab semua ini adalah ulah bujuk rayu sang calo kepada anak-anak muda di Aceh.” terangnya

Sementara itu Haji Uma yang juga ikut mengantarkan jenazah ke rumah duka berpesan agar dengan kejadian ini bisa menjadi pelajaran kepada yang lain, dan jika bekerka di negeri lain terlebih dahulu melengkapi dokumen, sehingga saat bekerja disana lebih nyaman.

“Untuk saat ini ada 600 ribu warga Aceh di Malaysia, namun hanya 40 ribu, yang memiliki dokumen lengkap atau legal dan saya sangat berterimakasih kepada Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial yang telah memberi respon cepat atas kejadian ini.”terangnya.

Haji Uma yang turut ditemani oleh Sulaiman alias Mando Gapi, turut berbela sungkawa dan meminta keluarga tabah menghadapi cobaan ini, “Saya sebagai wakil rakyat hanya bisa membantu setiap ada masalah yang menimpa rakyat Aceh sesuai kemampuan yang miliki.”demikian kata Haji Uma.

Sharing is caring