New here? Register. ×
×

Nasir Djamil Sayangkan Penangkapan Terhadap Tuha Peut Lueng Bata

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in DAERAH, HUKUM
  • IMG-20171107-WA0026
07Nov
= 3

RUBERNEWS.COM | Kasus dugaan korupsi dana gampong Lueng Bata, Banda Aceh ditahan tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh beberapa waktu lalu. Ketiga tersangka tersebut merupakan perangkat gampong desa setempat yakni, Zulkifli (73) Ketua Tuha Peut, Hanan Syukri (25) selaku bendahara dan T.Anisrullah (53) anggota tuha Peut.

Salah seorang Warga Leung Bata, Rahmat Auza, kepada Rubernews.com mengatakan, tuha peut yang ditahan itu adalah jebakan, sebab jika tuha peut korupsi kami tidak akan membela dan menemui komisi III DPR RI.

Hal ini mendapat perhatian khusus dari anggota DPR RI asal Aceh yang duduk di Komisi III, Nasir Djamil yang ditemui saat melakukan reses di Banda Aceh, Selasa 07/11/2017.

Menurutnya, sebagai anggota DPR RI yang membidangi Hukum dan HAM terhadap penahanan karena bila ditinjau dari segi hukum masih kurang kuat untuk dilakukan penahanan.

Nasir Djamil yang menemui sejumlah masyarakat di Gampong Lueng Bata, justru sangat kita sesalkan atas dilakukan penahanan dan ada kesan upaya untuk mengkriminalkan tuha peut” katanya.

Anggota DPR RI ini juga meminta untuk aparat penegak hukum agar dikeluarkannya surat penghentian penuntutan terhadap kasus dugaan korupsi yang terjadi di Gampong Lueng Bata.
Masyarakat tentu sangat malu karena kasus dugaan korupsi ini, bahwa pada fakta yang sebenarnya berbeda dari seperti yang didugakan.

Sementara itu, Ketua YARA Aceh, Safaruddin,SH mengatakan bahwa tindakan menangkap tuha peut Gampong Lueng Bata merupakan tindakan yang mengandung unsur kriminalisasi yang tidak berdasar.

Bahkan tuha peut tidak mengambil uang dari sewa tanah dan uang hibah dari aset gampong yang semuanya berjumlah Rp 110 juta sudah diserahkan kepada pengacara.

Sharing is caring

[avatar size="150" /]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *