New here? Register. ×
×

Surat Terbuka Dari Warga Untuk Bupati Rocky

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in DAERAH, PEDULI
  • RUBERNEWS.COM-Surat Terbuka Dari Warga Untuk Bupati Rocky
21Sep
= 37

RUBERNEWS.COM | Surat terbuka disampaikan oleh seorang tokoh pemuda Kecamatan Pantee Bidari Boy Abdaz, karena keresahannya pada kondisi jalan yang menghubungkan beberapa Gampong di dua Pemukiman, Lhoknibong dan Blang Seunong, Rabu 20/09/2017.

Begini isi suratnya :

SURAT TERBUKA
Yth. Bapak Hasbalallah M Thaib (Rocky), Bupati Aceh Timur yang kami cintai.

Izinkan kami, sebagai warga ingin menyampaikan sedikit kabar tidak gembira yang kami jalani sehari-hari. Semoga tidak membuat Bapak sedih.

Kami adalah warga yang berdomisili disepanjang jalan kelas III yang merupakan jalan utama Kecamatan yang menghubungkan beberapa Gampong di dua Pemukiman, Lhoknibong dan Blang Seunong. Jalan yang sama ketika kami ingin ke kantor Camat dan kantor lainnya sebagai induk Kecamatan. Dikawasan ini juga setidaknya ada 2 PAUD, 3 SD/MI, SMK, SMA dan tentu saja kawasan padat penduduk.

Saya yakin Bapak mampu membayangkan kepadatan lalu lintas di pagi hari, ketika semua orang ke kantor dan ke sekolah dalam waktu yang bersamaan, mengejar pukul 08.00 WIB. Tapi bukan itu kondisi terparahnya, yang parah adalah kondisi jalan yang benar-benar hancur. Benar-benar hancur, Pak.

Ketika musim hujan seperti ini, miris Pak. Anak-anak kami yang jalan kaki ke sekolah, sepatunya sekali pakai. Setiba di rumah harus langsung dicuci atau kami akan berdebat esok pagi tentang pakai sepatu yang mana ke sekolah.

Misal musim kering? Waduh Pak, sakitnya tuh dimana-mana (bukan hanya di sini). Dari sakit di mata, di hidung sampe tenggorokan. Bahkan data di Puskesmas menunjukkan angka yang cenderung naik setiap tahun untuk penderita ISPA. Bahkan Pak, sakitnya itu masuk ke rumah-rumah kami sampe “miyup tutôp raga” tempat kami menyimpan makanan untuk anak-anak kami tercinta.

Akibat apa? Debu, Pak. Kebetulan geliat ekonomi di kawasan kami sedang bagus, walaupun​ bagi kami itu hanya simbol. Kenapa tidak, di sepanjang DAS Arakundo saja setidaknya ada puluhan mesin sedotan pasir. Ada juga 3 tempat ayakan material batu untuk berbagai ukuran. Ohya, masih ada sekitar 7 titik pengerukan tanah timbun juga. Dan kesemua itu diangkut via jalan tadi. Sayangnya, ban trucknya tidak paham daya tahan aspal jalan yang sederhana itu. Akibatnya, aspal pecah dan menyisakan banyak lobang. Lalu lobang itu ditekan lagi hampir setiap menit. Iya, setidaknya 600 trip per hari oleh sekira 250an truck.

Sebagai kami orang awam, kami percaya bahwa ada geliat ekonomi, ada orang-orang yang sedang berusaha untuk memenuhi hajat hidup mereka. Tapi kami juga paham bahwa seharusnya ada aturan tertentu untuk kondisi tertentu. Tapi ini merdeka saja, Pak.

Yang kami tidak paham sebenarnya, pimpinan kami apa tidak paham? Gak mungkin pada taring patah semua. Tapi kami yakin mereka sedang terus mencari jalan “keluar”. Kami tentu tidak perlu melakukan lobi terlalu jauh untuk hal ini. Karena di jalur resmi kami punya 2 anggota dewan aktif di dapil kami, bahkan yang satunya Ketua. Mereka pasti juga sedang berusaha mencari jalan keluar. Tidak mungkin mereka menutup mata.

Tapi, karena upaya mereka belum tampak hasilnya, dan kondisi jalan kami semakin parah, untuk menguatkan perjuangan mereka, maka kami ikut menyuarakan ke Bapak Bupati, bahwa apa yang mereka sampaikan benar adanya.

Semoga Bapak Bupati tidak mencari jalan keluar lagi, tapi langsung pada action. Bapak tidak perlu turun langsung, cukup mengirim dinas terkait untuk melihat secara ril dan konkrit kondisi kawasan kami dan kondisi amdalnya.

Semoga penyampaian ini tiba kehadapan Bapak Bupati yang kami cintai.

Kami, warga Lhoknibong, dsk.

Sharing is caring

[avatar size="150" /]