New here? Register. ×
×

 “SAATNYA ACEH BERTAUBAT ” (Renungan Kemarau, Sudahkah Kita Menjaga Shalat Wajib?)

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in EDITORIAL, OPINI
  • ACEH
28Jul
= 34

RUBERNEWS.COM | Tugas terbesar kita saat ini adalah untuk menyadarkan semua komponen anak bangsa untuk minimal sekali yaitu mau melaksanakan kewajiban SHALAT WAJIB sehari semalam 5 waktu.

Harus diakui, begitu banyak orang-orang YANG TIDAK SHALAT. Ini problem besar. Di warkop2, Game dan media sosial nampaknya sudah dianggap lebih penting dari shalat. Na’uzubillahi min zhalik.

Begitu banyak orang-orang yang nongkrong di warkop saat waktu shalat Maghrib, dan tidak beranjak dari tempat nongkrongnya hingga waktu maghrib habis.

Padahal, Shalat adalah kewajiban esensi seorang muslim. Shalat adalah ibadah untuk dapat membedakan seorang muslim dengan kafir, begitulah kata Rasulullah Saw dalam hadistnya.

Ayolah, para guru, dosen, mahasiswa, dan semuanya ingatkan dan tekankan keluarga dan anak didik kita untuk mau shalat, sebab ibadah ini bukan saja kewajiban bagi mereka, tapi juga mereka akan menjadi perusak agama dan pengundang bala jika mereka meninggalkannya.

Ayolah, kita para pemimpin dan para penguasa, presiden, gubernur, bupati, camat hingga keuchik, dan siapapun yang memiliki jabatan, pikirkan bagaimana bawahan anda agar mau shalat. Bila perlu “paksa” mereka dan berikan sanksi yang berat jika mereka tidak mau melakukan. Ingat, sekali lagi jika perlu pecat saja mereka.

Kita para khatib, mubaligh, marilah mendakwahkan lebih massif lagi kepada jama’ah agar mereka ikut menjadi penyeru ummat untuk shalat di wilayah mereka masing-masing.

Untuk kita para politisi, pastikan semua kader dan pengurus partai anda mau shalat. InsyaAllah pahala besar untuk anda. Jangan mereka hanya sibuk mengejar tahta, harta dan wanita.

Ayolah, kita para orang tua, para ayah, pastikan istri dan anak-anak kita telah secara konsisten melaksanakan ibadah shalat wajib. Terus pantau mereka, karena kelak sungguh kita akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah pemilik makhluk ini.

Para orangtua, ayolah, jadikan ibadah shalat salah satu tolak ukur keberhasilan mendidik. Sesungguhnya, shalat adalah tiang agama.

Si beurangkasoe yang tem sembahyang, nyankeuh ureung nyan peudong agama. Si beurangkasoe hantem sembahyang, nyankeuh ureung nyan peurusak agama.

Kemarau sedang mendera Aceh. Sumur-sumur telah kering. Kebakaran dimana-mana. Tidak kah kita mau mengambil pelajaran? Kemanakah otak kita saat ini?.

Sampai kapan kita akan ingkar kepada Allah Swt padahal kita tidak pernah berhenti menikmati pemberian Nya setiap saat?.

Mari introspeksi diri. Mari segera bangun dan bertaubatlah … Jangan buang-buang waktu lagi. Mari raih keampunan Allah Swt dengan ibadah shalat sehari semalam lima waktu.  Apalagi jika ibadah ini bisa kita lakukan secara berjamaah di masjid, maka sungguh Anda telah menjadi orang-orang yang memperkuat agama dan menolak bala dan musibah.

Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’mannashir. Barakallahu Fiekum Waahlikum. Aamin Ya Rabbal Alamin (@TM)
Penulis : TM Jamil.

Sharing is caring

[avatar size="150" /]