New here? Register. ×
×

Para Orang Tua Resah Akibat Maraknya Petasan di Aceh Tamiang

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in DAERAH
29Mei

RUBERNEWS.COM | Maraknya petasan dimana-mana baik siang maupun malam meresahkan warga masyarakat di Aceh Tamiang, terutama pada orang tua anak dan mereka pengidap penyakit jantung.

Informasi yang diterima jurnalis RUBERNEWS.COM dari warga Aceh Tamiang Hamzah (35) mengatakan, saya sangat khawatir maraknya dijual petasan secara bebas banyak muzaratnya dari pada manfaatnya.

Malahan bisa mendatangkan petaka tanpa disadari olah pemain petasan dan orang disekitar mereka, misalnya bisa memicu kebakaran, cacat fisik orang yang terkena petasan seperti terkena mata dan nyangkut dalam baju akibat dilempar temannya “ujar Hamzah.

Apa lagi saya melihat sendiri perilaku anak-anak remaja dengan sengaja melempar petasan ke arah orang yang mengenderai sepeda motor itu bisa berakibat fatal bagi pengendara sepeda motor tersebut “kata Hamzah.

Apa lagi yang mengendarai sepeda motor perempuan, kaget terus jatuh atau kecelakaan. Atau orang tua yang mengidap penyakit jantung juga berakibat fatal olah petasan tersebut “ujarnya.

Hal senada yang disampaikan Nurlina (46) warga Alur Manis kepada Jurnalis RUBERNEWS.COM mengatakan, prihatinnya terhadap maraknya petasan, petasan itu ada yang suaranya seperti suara senjata api, buat saya kaget dan menyangka ada warga tertembak. Saya ini awam, tidak bisa membedakan letusan apa petasan atau lainnya. Mana lagu saya mengidap jantung koroner.

Kepada pihak Pemerintah terkait, saya harap ada peraturan tentang larangan petasan, kenapa tidak dijalankan dan pembiaran terhadap kegiatan-kegiatan meresahkan masyarakat banyak ini “ujarnya.

Sementara itu kepala Dinas Syariat Islam SYaiful Umar, S. Ag kepada RUBERNEWS.COM menyampaikan kami dari para Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) telah membentuk Tim yang di SK kan oleh Bupati untuk penegakan Syariat Islam terutama Fatwa Majelis Ulama tentang ketentraman dan ketenangan masyarakat dalam beribadah dibulan suci Ramadhan. Didalam SK tersebut termasuk salah satunya Razia petasan.

Kadis Syariat Islam menambahkan kepada seluruh warga Aceh Tamiang terutama kaum muda dan remaja agar berhenti bermain petasan, karena besar bahaya atau muzaratnya dari pada keuntungan atau kenyamanan bagi kota semua.

Petasan adalah kebiasaan orang Non Muslim tapi kita laksanakan juga petasan sebagai permainan iseng tetapi resiko yang diakibatkan benar-benar membawa petaka “himbau Syaiful Umar, S. Ag.

Sharing is caring