New here? Register. ×
×

Pasantren Harus Melahirkan Generasi Yang Berbasis Teknologi Dan Iman

no comments
Written by Redaksi | Published in LAINNYA, NASIONAL
17Jun
Suadi Sulaiman atau yang disapa Adi Laweung

Suadi Sulaiman atau yang disapa Adi Laweung

Banda Aceh, Rubernews.com– Mengenai perkembangan arkeologi sebenarnya bagus ini sudah jamannya teknologi, Islam pun bukan agama yang ketinggalan jaman, Islam adalah agama yang mengikuti zaman.

Juru bicara Dewan Pimpinan Pusat Partai Aceh (DPP PA) Suadi Sulaiman atau yang disapa Adi Laweung jadi sains nya itu ilmu pengetahuan yang bersumber dari pada agama ” kenapa” Apapun yang lahir dalam bentuk teknologi hari ini itu mulanya hasil yang dilakukan oleh peneliti yang berdasarkan apa yang ada dalam Al-Qur’an tetapi di dalam Al-Qur’an pembicaraannya masih dalam keadaan universal umum.

Saat Rubernews.com mengkomfirmasi lewat via Phone Saudi Sulaiman juru bicara dewan pimpinan pusat partai aceh (DPP PA) yang disapa Adi Laweung pada hari Kamis tanggal 16/06/2016,Tadi Malam menanyakan tentang teknologi dan syariat Islam di Aceh

Di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam pemerintah itu melahirkan generasi-generasi yang berbasis teknologi dan iman juga. Artinya apa ini perlu di kaloborasikan sekolah-sekolah di komplek pesantren Besar seperti di labuhan haji, Seulimeum, samalanga, abu paya pasi dan lain-lain yang ada di Aceh dengan kapasitas santrinya itu sudah mencapai ribuan kita bangun sekolah kejuruan.

Antara konteks ke islaman dan konteks ilmiahnya itu sudah berimbang misalnya di barat Selatan sudah ada pesantren yang Besar tinggal disubsidi bangun gedung urus izin untuk bangunan sekolah ke juruan. Wilayah barat Selatan banyak perkebunan sawit bagaimana hasil CPO nya itu bisa di fungsi dan dimanfaatkan oleh para santri. “Begitu juga dengan lintas timur dan lintas tengah. Kata Adi Laweung

Sekarang kita lihat anaknya orang kaya bisa sekolah lebih tinggi bahkan sampai ke luar negeri, pulang dari luar negeri mengklaim bahwa kami ini akademisi, orang kalian ini tradisional pesantren. Pemerintah sebenarnya harus memikirkan arah itu untuk memadukan antara pengetahuan umum dengan pengetahuan agama. Bangun sekolah kejuruan santri yang tamatan pesantren pendidikan agama kuat, pendidikan umum tidak tertinggal (teknologi), harus di mamfaatkan. “Jangan hanya yang mempunyai banyak uang orang tuanya (kaya) bisa teknologi, sekarang santri bisa menikmati teknologi yang ada, yang bisa di mamfaatkan bagi menjunjung tinggi ilmu akademik, Tutup adi lewung.

 

Sharing is caring