New here? Register. ×
×

Haji Uma Dan Adi Lewung, Mengelar Rapat Dengar Pendapat MPR RI, Di DPD Banda Aceh

no comments
Written by Redaksi | Published in HUKUM, LAINNYA, NASIONAL, POLITIK
15Jun
Rapat Denga Pendapat MPR RI

Rapat Denga Pendapat MPR RI

Banda Aceh, Rubernews.com– Acara rapat dengar pendapat MPR RI dengan masyarakat Saya, H. Sudirman sebagai narasumber anggota Majelis Permusyarawatan Rakyat (MPR RI).

H. Sudirman sering disapa Haji Uma, Drs. H. Adnan kasat PJR polda Aceh yang sering disebut polisi meu pep-pep, dan (DPP PA) Saudi sulaiman atau sering dipangil dengan adi lewung, Dalam acara tersebut Haji Uma membahas tentang apa yang akan terjadi di mendatang seperti, pelecehan seksual terhadap wanita, anak dibawah umur dan Narkoba, Ini akan membicarakan tentang masalah hukum mati kepada pelaku. Itu sangat setuju jika di berlakukan karena menurut saya itu sebuah keadilan, Saya kemarin sangat gencar sampai waktu rapat dengan kementerian, saya katakan tidak setuju itu undang-undang kebiri karena terjadi polemik dalam undang-undang kebiri.“Saya maunya itu hukuman mati itu lebih memanusiawi. Ujar sudirman,

Rapat dengar pendapat MPR RI dengan masyarakat diadakan pada hari selasa tanggal 14/06/2016, pukul 18:00 WIB, malam

Oleh Karna itu rapat dengar pendapat MPR RI dengan masyarakat diadakan dikantor Dewan Pertimbangan Daerah (DPD) taman ratu safiatuddin lamprit, dengan adanya rapat dengar pendapat kita saling memhami dan memberi masukan kepada kami, agar kami bisa menjaga amanah rakyat yang telah di berikan kepada kami ,ujar adi lewung.

Yang mana bahwasanya saat ini adalah merupakan tugas kita semua tentunya bukan hanya MPR, DPD, DPR tapi ada tugas yang diberikan pada kami selaku lembaga negara yang merancang regulasi undang-undang dalam hal ini, ada hal dalam rapat yang mungkin akan saya utarakan menjadi usulan dari pada kami sendiri dari Dewan Pertimbangan Daerah (DPD) ini terkait dengan masalah sekarang.

Saat Rubernews.com mempertanyakan kepada salah seorang mahasiswa, saya senang dan sangat setuju di adakan rapat dengar pendapat ini, karna yang dikatakan haji uma tentang keadilan, maka hukuman yang bagus hukuman mati, saya sangat setuju dengan pendapat haji uma, saya selaku mahasiwa di aceh mendukung program-program haji uma tersebut.

Karena kalau masalah pelecehan seksual hari ini dipandang darurat yang namanya darurat itu Narkoba juga darurat. Narkoba hari ini bisa diganjal dengan hukuman mati. Kenapa pada pelecehan seksual, pemerkosaan diawah umur, pembunuhan terhadap kaum wanita ini tidak bisa di berikan hukuman mati. Semua pelaku ini 80% pemakai narkoba maka hal ini saling ketergantungan kaitannya. Haji uma Menanyakan kepada masyarakat yang hadir, Ini mana yang kita bunuh dulu sebenarnya Narkoba Atau Seksual ? yang pasti penegak hukum harus kita tegakkan walaupun muaranya pada narkoba. Tutup Haji Uma.

Sharing is caring