New here? Register. ×
×

Mau Ujian Skripsi? Ikutilah Nasehat Ini

no comments
Written by Redaksi | Published in LAINNYA
31Mei

Rubernews.com — Adik-adikku Mahasiswa Yang AmatTerpelajar! Berikut Pesan dan Nasehatku untukmu, jika Ujian Sidang Skripsi dilaksanakan. Utamakanlah sikap santun, beretika dan terbuka untuk menerima kritik, seberapa pun pedasnya kritik itu. Karena terbuka untuk kritik, ciri utama bagi insan terdidik. Jangan pernah mempertahankan prinsip, apalagi jika prinsip itu salah dan tidak benar. Berserah dirilah pada Allah, apapun keputusannya, karena itulah yang terbaik menurut Allah bagimu. Jika Hasil Ujiannya, Lulus, maka bersyukurlah.

Dan Jika Hasil Ujiannya Gagal, maka terimalah dengan hati yang tulus, sambil berusaha dan berdo’a untuk menjadi yang terbaik. Gagalnya apapun dalam hidup ini, termasuk Gagal Ujian Skripsi, bukanlah pertanda “Gagalnya Masa Depan” Anda. Justru, kegagalan itu sebuah pertanda bahwa Anda akan menjadi pribadi yang kuat dan sukses dalam menghadapi tantangan dan mampu menata masa depan yang belum pasti. Yakinlah, bahwa, jika Anda Gagal, bukanlah berarti Anda lemah, salah dan bodoh. Tetapi, kemungkinan Anda “gagal”, karena orang lain BELUM BISA MEMAHAMI DAN MENGERTI ANDA.

Begitu Juga, Jika Anda Lulus, bukan berarti Anda orang Pintar dan Hebat, Kemungkinan Anda Lulus, karena Takdir dan Anda Lagi Bernasib Baik. Nasib baik tidak akan pernah kembali pada orang-orang yang sombong. Untuk itu, bersabarlah apapun hasilnya, karena kesabaran merupakan kekuatan yang maha dahsyat dalam menghadapi kesedihan dan kezhaliman. Nah, Silakan baca ulasan berikut ini dengan baik-baik, jika dirimu ingin meraih sukses atas izin Allah.

Pertama, Berdo’a dulu sebelum sidang.

Kalau sidangnya lebih dari 1 orang, do’a bersama sebelum masuk acara ujian akan membuat
hati anda lebih tenang dan lebih percaya diri. Kalau ada penguji, silakan do’a bersama penguji juga. Maka sebaiknya yang tampil pertama, memimpin do’a agar keberkahan menghiasi hari-harimu dalam merajut cita – menggapai asa.

Kedua, Salah satu point penting dari sidang adalah presentasi.

Siapkan presentasi anda sebaik mungkin. Waktu presentasi hanya 10-15 menit, oleh karena itu harus latihan dulu. Latihan presentasi di ruangan besar dan kalau bisa di hadapan orang-orang dan teman-temanmu. Cocokkan apa yang dibicarakan dengan slide dan nada berbicara, jangan datar dan membosankan. Jangan gugup dan jangan pula melucu, jika itu tidak perlu dan tidak ada hubungannya dengan isi skripsi Anda.

Ketiga, Jangan mempresentasikan terlalu detail.

Anggaplah kita sedang menawarkan suatu produk bisnis pada para calon client dan mereka tidak tahu apa-apa tentang apa yang kita tawarkan. Jangan memberi slide terlalu banyak tentang hal-hal teknis yang cuma Anda yang mengerti. Misalnya kalau tentang database, sampai memberikan slide berisi daftar class hingga 4 class, dibacakan pula, itu membosankan sekali. Buatlah presentasi anda menekankan pada poin-poin penting. Misalnya,  Apa saja masalah yang ada selama ini, solusi apa yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut, mengapa penelitian anda di skripsi ini merupakan solusi yang sangat baik dan satu-satunya cara terbaik untuk memecahkan masalah tersebut.

Jelaskan bahwa mengapa penelitian anda benar-benar dibutuhkan. Kalau pada presentasi anda sudah terlalu teknis dan isinya rumus dan angka semua, dan dosen penguji sudah bosan, nilai presentasi anda sudah berkurang. Sadarlah bahwa anda membuat skripsi tersebut selama 1 semester, oleh karena itu, anda WAJIB mengerti semua hal  yang anda buat. Tapi dosen penguji bisa jadi hanya membaca skripsi anda beberapa jam sebelumnya. Bukan berarti sama sekali tidak ada bagian teknis yang dijelaskan lho… Maksudnya, jelaskannya jangan terlalu rumit. Buatlah sebisa mungkin jadi mudah dimengerti oleh dosen penguji.

Keempat, Revisi Saat Akan Ujian Berlangsung.

Kalau ada revisi pada halaman tertentu, berikanlah sebelum Anda presentasi. Dengan demikian dosen penguji akan melihat terlebih dahulu dan mempelajarinya sebelum mulai sesi tanya jawab.

Kelima, Sewaktu tanya jawab, jangan gugup dan sok tahu. Jangan Anda menjadi orang  yang “merasa tahu”, tapi jadilah orang “tahu merasa”. Insya Allah, anda sukses.

Wajah jangan tegang. Dosen akan menanyakan apa yang anda tulis di buku skripsi anda. Jadi siapkan kertas dan ballpoint untuk mencatat pertanyaan dosen penguji agar memudahkan anda dalam memberikan jawaban.

Keenam, Jawablah semua pertanyaan dengan jawaban (maksudnya, jangan diam).

Jangan pernah bilang, “tidak tahu”, “kira-kira”,  atau  jangan pula dengan  kata-kata “mungkin”. TAPI, jawablah dengan kata-kata, “Berdasarkan data dan hasil penelitian” Jelaskan saja apa yang anda tahu dan mengapa anda menulis demikian. Kalau anda terbukti salah, jangan langsung bilang, “ya, saya salah, maaf Pak., atau Bu”. Cobalah jelaskan sebisanya mengapa anda berkesimpulan seperti itu.

Tapi jangan ngotot  juga kalau memang salah. Katakan saja hal ini akan direvisi nanti. Terima kasih atas masukannya (setelah sidang, apabila lulus, tetap akan ada revisi buku skripsi), Insya Allah saya akan berusaha untuk menulis lebih baik lagi. Terimakasih Bapak… atau Ibu….. atas saran dan masukannya, semoga skripsi saya ke depan menjadi lebih baik.

Ketujuh, Ketika tanya jawab sedang berlangsung, jawaban anda tidak boleh mengambang.

Semuanya harus berdasarkan fakta, referensi dan data. Semua yang anda tulis di buku skripsi harus berdasarkan data semua. Kalau anda menulis suatu statement, berikanlah referensi bahwa statement tersebut diambil dari buku ini, dan  halaman ini. Kalau berdasarkan pada pendapat pribadi anda, tuliskanlah hasil penelitian anda, mengapa anda bisa berpendapat demikian. Sehingga kalau ditanya dosen penguji, anda bisa jawab, statement anda diambil dari buku ini, dan  halaman ini. Atau anda bisa bilang, “maaf, bapak bisa buka buku skripsi saya di halaman 34 atau……, di situ ada penelitian saya yang hasilnya demikian,… bla—bla—bla”. Penguji paling senang kalau semua jawaban anda berdasarkan data, fakta, dan lengkap dengan buku referensi yang Anda baca.

Kedelapan, Jangan menjelaskan terlalu pendek ketika tanya jawab.

Jelaskan dan jawablah apa yang ditanyakan sebisa anda. Kalau bisa demontrasikan, demontrasikanlah hasil penelitian anda pada dosen untuk lebih memberikan gambaran pada dosen penguji, apa yang anda buat. Sadarlah lagi bahwa anda membuat skripsi ini selama 1 semester, sedangkan dosen hanya melihat skripsi anda beberapa jam saja, jadi bisa saja mereka menangkap hal yang berbeda jika anda hanya memberi penjelasan yang kurang baik.

Kesembilan, Sopanlah sejak mulai presentasi hingga tanya jawab.

Gunakan bahasa-bahasa yang formal. Bukan bahasa “gaul”. Misalnya, oke, atau ya dech. Ucapkan salam pada awal presentasi dengan menyebutkan nama-nama dosen penguji, kalau bisa. Tapi hati-hati, jangan sampai Anda salah menyebut nama dosen penguji. Bisa Fatal jika itu terjadi.

Kesepuluh, Kalau sidangnya bertiga sekaligus, jangan pernah menjatuhkan jawaban dari teman anda.

Kalau memang dia salah, jangan potong di tengah penjelasannya. Koreksilah jawaban teman anda apabila anda diberi kesempatan untuk menambahkan atau menjawab pertanyaan yang sama. Anda bisa bilang bahwa anda mau menambahkan sedikit dari penjelasan teman. Hal ini semata-mata untuk menghindari anda dicegat dan dianiaya oleh teman anda ketika pulang nantinya. He.he.

Kesebelas, Salah satu point penting dari skripsi anda ialah apa kontribusi dari penelitian anda dari yang selama ini sudah ada.

Apakah anda meningkatkan pengembangan dunia ilmu pengetahuan, mengembangkan metode tertentu atau menjadi solusi masalah yang ada. Hal ini penting untuk diberikan penjelasan kepada penguji.

Keduabelas, Jangan malu-malu mengatakan kalau skripsi anda masih belum sempurna.

Di bagian saran, beritahukanlah kekurangan dari skripsi anda dan apa yang diperlukan untuk pengembangan lebih lanjut untuk penelitian berikutnya. Ini hal yang penting, dan memiliki bobot yang tinggi untuk sebuah karya tulis ilmiah. Bukankah karya ilmiah, merupakan hasil kerja “Calon Ilmuan”? Dan yang sedang Anda hadapi  dalam ujian juga orang-orang ilmiah.

Ketigabelas, Jangan lupa ke toilet duhulu sebelum sidang.

Bisa “kacau” kalau pingin ke toilet sewaktu sidang berlangsung. Jangan sepelekan hal-hal kecil. Karena orang bisa gagal dari hal-hal yang dianggap  tidak penting itu. Maka bersiaplah dengan semua hal ketika ujian akan berlangsung.

Keempatbelas, Berpenampilan rapi dan tunjukkan bahwa anda sudah siap menjalani sidang.

Jangan ada yang ketinggalan ini, itu, dan lupa ini dan lupa itu. Atau lebih fatal lagi kalau Anda lupa bawa buku/kertas dan ballpoint untuk mencatat.  SELANJUTNYA, Ketahui terlebih dahulu kira-kira siapa dosen penguji anda dan bisa tahu kebiasaan dan kesukaan dosen penguji, itu akan cukup membantu anda (contoh, kalau tahu dapat dosen penguji yang
agak ‘gila hormat’, maka kalau menjawab pertanyaannya agak ‘merendah’ sambil ‘menyanjung’ kepintaran dosen itu, misalnya Ucapkan Kata-kata yang menyentuh perasaannya, seperti “ saya berbahagia hari ini karena bisa bertemu dengan Bapak atau Ibu………., dosen yang sangat saya kagumi sejak saya menjadi mahasiswa, ingat, asal tidak berlebihan……. )

Kelimabelas, Anda tidak bisa menjawab karena apa dulu?

Kalau karena pertanyaannya tidak jelas, mungkin bisa minta dosennya menjelaskan apa maksudnya, tidak usah malu. Kalau memang tidak tahu, nah ini agak masalah. Coba jawab sebisanya, dengan catatan jangan ngawur tapi sebisanya sesuai dengan pengetahuan yang ada, ingat, dosen itu kalau tanya 60-80% itu mau ngetes mental kita, jadi biasanya sudah tahu jawabannya. Kalau dijawab ngawur, wah bisa tambah beringas pertanyaanya dan semakin memojokkan Anda.

Keenambelas, Anda Bukan super serius, bukan juga super konyol, hehehe.

Intinya: Tampilkan wajah yang penuh percaya diri tapi tidak arogan. Jadikan wajah seperti : saya siap, silahkan tanyakan apa saja, hehehe. Ingat, 1 menit pertama mulai masuk ruangan sampai pertama keluar suara anda, itulah yang paling menentukan, karena pada saat itu sang dosen akan ‘menilai’ anda, apa anda siap atau tidak. Jika waktu masuk saja, sudah langkahnya kaku, keringatan, terus ucapan pertama gemetaran, nada suara naik satu tingkat, wah langsung diterkam tuh! Bahaya kan?

Ketujuhbelas, Ini juga saya setuju dengan rekan-rekan yang lain atau Penting.

Kalau skripsi/tesis itu anda buat sendiri mulai awal hingga akhir, sebenarnya anda tidak perlu kebut semalam lagi untuk belajar, anda sudah siap! Tinggal siapkan mental anda dan bangun kembali rasa percaya diri anda, jangan kuatir, pasti anda bisa melewatinya dengan baik. Maka sebelum ujian jangan pernah membuat “masalah” baik dengan dosen pembimbing atau dengan dosen penguji.

Kedelapanbelas, Secara umum, tunjukkan sikap tidak seperti menggurui, kita berasumsi bahwa mereka sudah tahu, jadi tidak perlu dijelaskan secara terlalu detil, cukup intinya aja.

Jangan menggunakan kata-kata yang menyerang,  seperti “masa bapak kayak gini saja tidak tahu atau alaaah pertanyaan bapak/ibu kok gitu sich?” eh, jangan salah, kata-kata sejenis, kalau kita terjebak sering tidak sadar keluar dari mulut lho! Jika itu yang terjadi, Anda siap-siap untuk Ujian Ulang alias Gagal. Karena Anda dianggap tidak menghargai orang lain. Camkanlah…!

Kesembilanbelas, Kuasai benar bidang skripsi kita, sebelum ujian, bayangkan kira-kira celah-celah mana yang mungkin lemah di konsep kita.

Cari dulu jawabannya, biar ketika ditanyakan sudah tahu jawabannya. Jangan buru-buru untuk menjawab soal, jika belum memahami tentang soal yang diajukannya.

Duapuluh, Jawab dengan kepala dingin, jangan emosi, Jangan terpancing, walaupun dosen penguji memojokkan kita!

Yakinlah bahwa semakin memojokkan sesungguhnya dosen itu sayang sama kita, karena ingin kita benar-benar tahu apa yang kita teliti. Emosi bisa mengganggu aliran neurotransmitter di otak (ini hasil penelitian lho), jadi pikiran kita tidak bekerja maksimal. Akibatnya, Anda akan merasa diri benar, dan tidak akan menghormati orang lain. Ingat, bukankah Anda, hari ini Ujian? Ya, Ujian untuk menghadapi berbagai tantangan hidup di masa depan. Ingatlah, Kesuksesan itu hanya milik orang-orang yang rendah hati.

Semoga Tulisan Sederhana ini Bermanfaat bagi Adik-adik Mahasiswa yang akan Mengikuti Ujian/Sidang Skripsi. Keseriusan dan ketulusan dalam niat, menjadikan modal awal untuk mencapai kesuksesan. @Insya Allah. (Variyaka – Dr, Drs, TM Jamil M.Sc)

Sharing is caring