New here? Register. ×
×

Aceh Lon Sayang, Kerinduan Wiliardi Wizar

no comments
Written by Redaksi | Published in GAYA HIDUP, HIBURAN, NASIONAL
  • Rubernews.com -- Williardi W Bersama Cut Mully
04Apr
= 540

1459760337326Banda Aceh, Rubernews — 04 april 2016. Tanah Rencong tidak bisa dipisahkan oleh sosok Wiliardi Wizar, bukan karena pekerjaan yang digelutinya atau hal lain. Tapi karena istri tercinta merupakan kelahiran asal Aceh yang membuat Wiliardi melepas kerinduannya akan Aceh. Kopi dan mie adalah salah satu minuman dan makanan yang disukai seorang Wiliardi Wizar.

Wiliardi Wizar lahir di Sibolga pada tanggal 22 Maret 1960 itu merupakan putra dari perantauan Minangkabau Tiku Utara, Sumatera Barat. Namun masa kecilnya banyak dihabiskan di Tanjuangaua Balai Gadang Koto Tangah Padang, Sumatera Barat. Ketika ibunya mengajar di SD Negeri Tanjungaua (SDN No 16 Balaigadang) Padang, pada tahun 1970-an. Karena kepeduliannya pada kampung halaman, Wiliardi yang akrab dipanggil Wili itu diangkat menjadi penghulu kaum di kampungnya, Tiku Agam. Wiliardi menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar, SMP dan kemudian pindah ke Jakarta meneruskan pendidikan ke jenjang SMA. Setelah tamat SMA, Wiliardi masuk ke Akademi Polisi (Akpol) yang berhasil diselesaikannya pada tahun 1984.

Saat ditemui oleh Rubernews disalah satu warung mie dikawasan Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya Banda Aceh. Tampak seorang wanita berparas cantik yang merupakan istri Wiliardi dengan selalu setia menemani Wiliardi dengan penuh mesra, saya bersama suami (Wiliardi) ke Aceh untuk bersilahturahmi mengunjungi sanak keluarga. Apalagi adik kandung saya menetap di Banda Aceh ini “ujar Cut Mully istri Wiliardi”. Sangat senanglah kalau kita berada dikampung halaman, apalagi bersama suami tercinta.

Rubernews.com -- Williardi Bersama AyahSaat ditanyai oleh Rubernews, apakah ada tujuan kedatangannya seperti kepentingan politik atau pekerjaan. Wiliardi menyampaikan bahwa Aceh juga kampung saya, kami sudah bepergian ke tempat wisata pantai lampuuk, pasar ikan Peunayong, kapal apung dipunge, boat ikan diatas rumah didaerah lampulo dan tentunya tujuan kami utama adalah mengunjungi sanak famili di Aceh, rindulah sama Aceh “ucap Willi”. Wiliardi Wizar yang kini berprofesi sebagai pengusaha setelah pensiun dari Polri, mempunyai keinginan mengembangkan usahanya di Aceh. Saat ditanyakan kembali oleh Rubernews, usaha apa yang akan dikembangkan oleh Wiliardi. Dengan penuh senyum Wiliardi menjawab, ya masih saya lihat prospek kedepan pastinya “ucap Wiliardi”.

Bagaimana saya bisa melupakan Aceh, sementara istri saya orang Aceh. Saya pernah bertugas di Aceh, sayang that lon Aceh nyoe (sayang sekali saya sama Aceh ini) “ungkap Wiliardi”. Setelah lama kami merencanakan untuk berkunjung ke Aceh, Alhamdulillah saya bersama istri sudah terobati setelah berada disini. Enaklah kalau kita berada di Aceh “tutup Wiliardi Wizar”.

Admin

Sharing is caring

[avatar size="150" /]